Impian Hanyalah Sebatas Impian

3 01 2008

“A dream is just a dream. A Goal is a dream with a plan and a deadline” (Harvey McKay)

“Impian hanyalah sebatas Impian. Sebuah tujuan adalah impian yang disertai dengan rencana dan tenggat waktu.”

Saya yakin banyak diantara kita yang seringkali bermimpi, apalagi ketika tidur (kalau gak tidur, mana bisa mimpi ? he..he..he..). Ketika kita bangun, maka dengan seketika mimpi kita hilang ditelan masa. Maksimal mimpi itu akan masuk ke dalam database mimpi kita. Just it !

Bagi yang bermimpi sedang berada di istana, ketika bangun tidur, mau gak mau dia harus pergi. (tapi kalau tidurnya di istana, beda lagi kasusnya). Atau mungkin yang bermimpi mengendarai mobil MP4-25 (keluaran McLaren beberapa waktu lalu), ketika sedang asyik-asyiknya mengendarai mobil kita, tiba-tiba ada yang membangunkan kita, akhrinya bangun juga dech dari tidur, otomatis mimpi juga lewat …

Apakah kita hanya ingin bermimpi? Berarti tidur aja dong ? Jangan !!! … Kalau hanya mimpi, maka apa yang kita lihat, apa yang kita rasakan, atau apapun juga yang ada di sekitar kita bukanlah yang sebenarnya terjadi.

Memang benar, segala sesuatu seringkali berawal dari mimpi. Ada kalanya orang menyebut dengan kosakata impian. Bagi saya sama saja, karena memang hanya berupa khayalan. Impian itu tetaplah impian, tidak akan menjelma menjadi realita, jika memang tidak ada usaha ke arah sana.

Jika kita berharap impian yang kita inginkan dapat terwujud, maka kita perlu membuat perencanaan untuk meraihnya serta kita tetapkan target waktu, kapan kita ingin meraihnya. Itulah yang namanya tujuan, bukan sekedar mimpi. Sehingga impian kita bukan lagi sekedar impian, tapi impian yang sebentar lagi akan kita raih, karena memang kita tidak sedang bermimpi, tapi kita sedang berusaha untuk mencapainya melalui rencana yang telah kita buat serta target waktu yang telah kita tetapkan.

Namun, seringkali kita mendapatkan banyak ujian dan rintangan dalam mencapai impian. Berikut ada sedikit cerita inspirasi dari Ron Scolastico, Ph.D dan Jack Canfield.

Kita dapat memilih sebuah pohon besar, sebesar apapun… setinggi apapun, dengan jenis sekeras apapun…. dan jika kita berusaha mengampaknya barang 5 kali tebas setiap harinya, suatu saat pohon tersebut akan tumbang juga..

Demikian pula dengan impian dan cita-cita kita, jika kita melakukan apa yang dibutuhkan untuk mencapainya secara konsisten, kita akan mencapainya pada suatu saat.

Impian hanyalah akan menjadi impian belaka, jika kita tidak melakukan apa-apa …

*) Tak lupa ucapan terima kasihku untuk Harvey McKay, Ron Scolastico, Ph.D dan Jack Canfield.


Actions

Information

4 responses

14 01 2008
sibermedik
21 03 2008
aRuL

tulisan barunya ngimana?

22 03 2008
Abu Ramza

Thanks dah mampir ke blogku yud :)

btw, blogmu kayaknya dah lama gak diupdate nih, update dong

7 11 2008
lutfiana

ketika selesai membaca artikel ini, saya teringat pidato Martin Luther bejudul “DREAM”.. entah karena aura martin sendiri atau isi dari pidato itu yang sempat membuat bulukuduk saya merinding..
Emmhh…
kadang mimpi tak habis ketika bangun, namun ketika terbangun itulah mimpi kita baru dimulai…..

( salam dari junior KOMINFO BEM ITS )

Leave a comment