Belajar Menjadi Entrepreneur

28 11 2007

Suatu kondisi ekonomi dikatakan bagus adalah jika yang bergerak adalah masyarakatnya, bukan pemerintah. Contoh negara yang mempunyai kondisi ekonomi yang bagus adalah Cina. Di Cina masyarakatnyalah yang bergerak, sehingga terdapat banyak industri kecil. Berbeda dengan di Indonesia, kaena di Indonesia masyarakarnya cenderung malas.

Dalam membangun jiwa enterpreneur satu hal yang harus kita pahami adalah dalam hidup ini kita harus belajar menjadi enterpreneur bukan belajar tentang enterpreneurship. Alasan mengapa kita harus belajar menjadi enterpreneur adalah karena sampai saat ini negara Indonesia masih belum bisa mandiri. Impor menjadi salah satu kegiatan rutin bangsa ini. Data dibawah ini dapat menjadi contoh keadaan negeri ini. Karena hal itulah mulai saat ini kita harus menjadi enterprenur. Untuk menjadi enterpreneur ada tindakan-tindakan yang harus kuasai ketika menimba ilmu baik ketika kuliah ataupun di tempat lainnya.

Tindakan tersebut adalah :
1. Berusaha untuk benar-benar memahami
– Suasana Riang
– Terlibat secaa penuh
– Belajar untuk mengajari orang lain
2. Memahami suatu ilmu tidak akan bermanfaat kecuali: ada tindakan baru (take new action). Karena itu setelah memahami suatu ilmu ambillah suatu tindakan baru untuk mengimplementasikan ilmu tersebut.
3. Sebuah tindakan baru tidak akan bermanfaat kecuali: diulang berkali-kali
4. Ulangilan setiap tindakan kita tersebut apabila terjadi kegagalan sebab pengulangan ribuan kali menghasilkan kebiasaan baru (new habbit)
5. Kebiasaan baru inilah yang mendatangkan hasil baik itu bagi kita maupun lingkungan disekitar kita.

Manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan dianugrahi 3 keunggulan yaitu:
1. Keunggulan dalam mentalitas
Keunggulan dalam mentalitas ini ditunjukkan dengan aqidah yang kokoh dan benar.
2. Keunggulan dalam intelektualitas
Keunggulan ini sangat penting karena hal ini menentukan dinamika dalam kehidupan ini. Keunggulan ini dapat ditampilkan dengan cara memperbanyak membaca Al-Qura’an, menghafal Al-Qur’an serta mengkaji al-Qur’an.
3. Keunggulan dalam moralitas
Keunggulan moralitas diartikan sebagai suatu penyikapan yang benar terhadap suatu dinamika kehidupan. Penyikapan yang benar akan kita dapatkan jika kita mendekatkan diri pada Allah SWT.

Dalam menjalani kehidupan ini setiap orang harus memplaning setiap aktivitasnya. Adapun cara dalam menyusun suatu program itu adalah
1. Program itu hurus mempunyai tujuan yang jelas, kalau bisa tujuan tersebut mempunyai sifat untuk merubah menjadi sebuah kebaikan
2. Program tersebut harus bisa dilaksanakan/ diimplementasikan, tetapi tetap disesuaikan dengan kemampuan kita
3. Program yang ada harus bisa dievaluasi sebagai indikasi keberhasilan kuantitatif sehingga kita bisa melakukan perbaikan-perbaikan dalam menyusun program selanjutnya

Orang yang mendapatkan kabar gambira adalah orang yang banyak mendengarkan perkataan dan melakukan hal yang terbaik dari semua perkataan yang ia didengarkan. Orang ini disebut sebagai orang yang cerdas. Adapun ciri-ciri orang yang cerdas menurut QS Al-Imron 190-194 adalah:
1. Pengakuan akan kekuasaan Allah SWT.
Tidak ada satupun yang diciptakan oleh Allah ini sia-sia
2. Orang yang pintar adalah orang yang menjadikan cerdas sebagai parameter/ tolak ukurnya.
3. Orang yang pintar adalah orang yang sangat responsive/ semangat dalam memenuhi seruan dan menjauhi larangan (Taqwa)
4. Orang yang tidak pernah berhenti melakukan proses penyucian jiwanya (Tazkiyatun Nafs)
5. Orang yang cerdas itu VISIONER, maksudnya visioner tersebut bukan hanya sampai mati, tetapi sampai setelah mati.


Actions

Information

One response

5 12 2007
sibermedik

Ojo lali ma konco ya bos

Leave a comment