Ayo Jadi Entrepreneur !

1 10 2007

“Sukses tampaknya selalu berhubungan dengan tindakan. Orang sukses terus bergerak. Mereka melakukan kesalahan-kesalahan, tapi mereka tak pernah berhenti.” -. Conrad Hilton (Pendiri Hilton) .-

Ketika membaca “kata mutiara” di atas, saya jadi teringat Thomas Alva Edison, Bill Gates, serta tokoh2 lainnya. Saya yakin sebagian orang mengenal mereka… Ya… mereka adalah orang2 yang ulet, gigih, pantang menyerah, berani, pe-de, sehingga tidaklah salah jika kita meniru sikap baik mereka.

Apalagi kelebihan mereka? ternyata, selain sbg “teknolog” , mereka juga sbg seorang pengusaha. perjuangan mereka saya yakin sudah tidak diragukan lagi kehebatannya. kegigihan mereka hingga “nafas terakhir” adalah wujud kekuatan keinginan (niat) mereka.


Thomas Alva Edison

Penemuan pertamanya yang bersifat komersial adalah pengembangan stock ticker. Edison menjual penemuaannya ke sebuah perusahaan dan mendapat uang sebesar 40000 dollar. Uang ini digunakan oleh Edison untuk membuka perusahaan dan laboratorium di Menlo Park, New Jersey. Di laboratorium inilah ia menelurkan berbagai penemuan yang kemudian mengubah pola hidup sebagian besar orang-orang di dunia.

Tahun 1877 ia menemukan phonograph. Pada tahun ini pula ia menyibukkan diri dengan masalah yang pada waktu itu menjadi perhatian banyak peneliti: lampu pijar. Edison menyadari betapa pentingnya sumber cahaya semacam itu

bagi kehidupan umat manusia. Oleh karena itu Edison mencurahkan seluruh tenaga dan waktunya, serta menghabiskan uang sebanyak 40.000 dollar dalam kurun waktu dua tahun untuk percobaan membuat lampu pijar. Persoalannya ialah bagaimana menemukan bahan yg bisa berpijar ketika dialiri arus listrik tetapi tidak terbakar. Total ada sekitar 6000 bahan yang dicobanya. Melalui usaha keras Edison, akhirnya pada tanggal 21 Oktober 1879 lahirlah lampu pijar listrik pertama yang mampu menyala selama 40 jam.

“Kesempatan sering datang sebagai kesulitan. Itu sebabnya, banyak orang yang tidak mengenalnya. Makin besar kesulitan, semakin besar kesempatan. ” -. Shiv Khera .-


Bill Gates

Pada tahun 1968 Gates untuk pertama kalinya diperkenalkan dengan dunia komputer, dalam bentuk mesin teletype yang dihubungkan dengan telepon ke sebuah komputer pembagian waktu. Mesin ini, yang disebut ASR-33, keadaannya masih pasaran. Pada pokoknya ini sebuah mesin ketik yang kedalamnya siswa bisa memasukkan perintah yang dikirimkan kepada komputer; jawaban kembali diketikkan ke gulungan kertas pada teletype. Proses ini merepotkan, tetapi mengubah kehidupan Gates. Dia dengan cepat menguasai BASIC, bahasa pemograman komputer, dan bersama dengan para hacker yang belajar sendiri di Lakeside, dia melewatkan waktu ber-jam-jam menulis program, melakukan permainan, dan secara umum mempelajari banyak hal tentang komputer. “Dia adalah seorang ‘nerd’ (eksentrik),” sebagaimana salah seorang guru memberikan Gates julukan itu.

Sekitar tahun 1975 ketika Gates bersama Paul Allen sewaktu masih sekolah bersama-sama menyiapkan program software pertama untuk mikro komputer. Seperti cerita di Popular Electronics mengenai “era komputer di rumah-rumah” dan mereka berdua yakin software adalah masa depan. Inilah awal Microsoft.

Setelah sukses dengan microsoft-nya, gates pun mendirikan “gates foundation” (http://www.gatesfoundation.org). sehingga keberadaannya pun dapat dirasakan oleh orang lain.

Dari kisah kedua orang di atas, semoga dapat memberikan informasi bahwa entrepreneur bukan sekedar “menjadi malaikat”, mencari uang, memanfaatkan kompetensi, tidak pergi ke sekolah, mempekerjakan orang lain, dsb.

“Nasihat bisnis terbaik yang pernah saya dapatkan adalah, bukan tentang bagaimana mendapatkan uang, tapi justru bagaimana membagikannya kepada masyarakat ” -. Donald Trump .-

tapi, kenapa yang dijadikan “contoh” kok orang-orang yang tidak selesai sekolah? baiklah, berikut adalah profil seorang Adam Khoo. (maaf, agak panjang)

Ada satu cerita tentang orang Singapura yang bernama Adam Khoo. Pada umur 26 tahun dia mempunyai 4 bisnis yang beromzet US$ 20 juta. Ketika umur 12 tahun Adam dicap sebagai orang yang malas, bodoh, agak terbelakang dan tidak ada harapan. Ketika masuk SD, dia benci embaca, maunya hanya main game komputer dan nonton TV. Kerena tidak elajar, banyak nilai F yang membuat dia semakin benci kepada gurunya, benci belajar bahkan juga benci terhadap sekolah.

Saat duduk di kelas 3 dia dikeluarkan dari sekolah, pindah ke sekolah yang lain. Ketika mau masuk SMP, di ditolak 6 sekolah, dan akhirnya masuk sekolah yang terjelek. Di sekolah yang begitu banyak orang bodohnya dan tidak diterima di sekolah yang baik itu, Adam Khoo termasuk yang paling bodoh. Diantara 160 murid seangkatan, Adam Khoo menduduki peringkat 10 terbawah.

Orang tuanya panik, dan mengirim dia ke banyak les, tapi hal itu tidak menolong sama sekali. Di sebuah sekolah dengan nilai 0 – 100, rata-rata nilainya adalah 40. Bahkan guru matematikanya pernah mengundang ibunya dan bertanya : “Kenapa di SMP kelas 1, Adam Khoo tidak bisa mengerjakan soal kelas 4 SD?”

Pda umur 13 tahun, Adam Khoo dikirim ke Super-Teen Program yang diajarkan oleh Ernest Wong, yang menggunakan teknologi Accelerated Learning, Neuro Linguistic Programming (NLP) dan Whole Brain Learning. Sejak saat itu keyakinan Adam Khoo berubah. Ia yakin bahwa dia bisa. Ditunjukkan oleh Ernest Wong bahwa semua orang bisa menjadi genius dan menjadi pemimpin walaupun awalnya goblok sekalipun. Dikatakan Ernest Wong : “satu-satunya hal yang bisa menghalangi kita adalah keyakinan yang salah serta sikap yang negatif”

Kata-kata ini mempengaruhi Adam Khoo. Dia akhirnya memiliki keyakinan bahwa kalau ada orang yang bisa mendapat nilai A, dia juga bisa. Selama ini Adam Khoo bodoh, karena dia masih muda, naif dan menerima sepenuh hati kata-kata orang lain yang negatif.

Untuk pertama kalinya, dalam hidupnya Adam Khoo berani menentukan targetnya, yaitu mendapatkan nilai A semua. Dia menentukan goal jangka pendeknya, yaitu masuk ke Victoria Junior College (SMA terbaik di Singapura), tujuan jangka panjangnya masuk National University Sinagpore dan menjadi murid terbaik di sana.

Ketika kembali ke sekolah, Adam Khoo langsung take action dengan menempel kata-kata motivasional yang dia gambar sendiri dan belajar menggunakan cara belajar yang benar (yang selama ini tidak diajarkan di sekolah manapun), menggunakan teknik membaca cepat, cara mencatat menggunakan kedua belah otak, dan menggunakan teknik super memori, dan ketika Adam Khoo ditanyai oleh gurunya, dia bisa menjawab dengan tepat.

Ketika teman-teman dan guru-gurunya bertanya apa yang akan dia raih, dijawab oleh Adam Khoo bahwa dia akan menjadi ranking No. 1 di sekolahnya, masuk Victoria Junior College dan National University of Singapore. Semua orang menertawakannya, karena tidak pernah terjadi dalam sejarah bahwa lulusan SMP tersebut masuk Victoria Junior College dan National University of Singapore. Bukannya jadi loyo karena ditertawakan, Adam Khoo malah semakin tertantang untuk semakin bekerja dengan cerdas dan keras untuk mencapai impiannya dan mengubah sejarah.

Dalam waktu 3 bulan rata-rata nilainya naik menjadi 70. Dalam satu tahun, dari ranking terbawah dia mendudukui ranking 18. Dan ketika lulus SMP dia menduduki rangking 1 dengan Nilai Ebtanas Murni A semua untuk 6 mata pelajaran yang diuji. Dia kemudian diterima di Victoria Junior College dan mendapatkan nilai A bulat untuk 3 mata pelajaran favoritnya. Akhirnya dia diterima di National University of Singapore dan karena di universitas itu dia setiap tahun menjadi juara, akhirnya Adam Khoo dimasukkan ke NUS Talent Development Program. Program ini diberikan khusus kepada TOP 1% mahasiswa yang dianggap genius.

Bagaimana seorang yang tadinya dianggap bodoh, agak terbelakang, dan tidak punya harapan, serta menduduki ranking terendah di kelasnya bisa berubah, menjadi juara kelas dan dianggap genius? Nah, anda sudah tahu apa yang dikatakan oleh Ernest Wong, ” Yang menghambat kita adalah keyakinan yang salah dan sikap yang negatif”.

    Kesuksesan Adam Khoo pertama datang dari perubahan keyakinan yang salah menjadi keyakinan yang tepat (dari keyakinannya “saya bodoh, lulus saja susah” menjadi “Kalau orang lain bisa mendapatkan A, saya juga bisa!”).

    Kunci suksesnya yang kedua adalah bahwa dia mempunyai tujuan yang mantap (“Nilai saya harus A semua, juara I, masuk Victoria Junior College, masuk NUS dan menjadi yang terbaik di sana”).

    Kunci suksesnya yang ketiga adalah bahwa dia mempunyai alasan yang sangat kuat. Dia bahkan mengucapkan Public Commitment di depan teman-teman, bicara di depan kelas dan ditertawakan. Akibatnya, kalau tidak dapat nilai A, dia akan malu luar biasa, sedangkan bila mendapat nilai A, dia akan bangga luar biasa.

    Kunci suksesnya yang keempat adalah bahwa dia mempunyai strategi yang tepat untuk belajar. Dia menggunakan teknik membaca cepat, cara mencatat menggunakan kedua belah otak, dan menggunakan teknik super memori.

Gimana, keren gak profilnya? tapi, segala sesuatunya tergantung dari diri kita sendiri. kita mau jadi seperti mereka, boleh aja. gak mau jadi seperti mereka, juga gak apa2. mau jadi lebih hebat dari mereka, keren bangeeeet…

Sebagai penutup, saya mencoba mengutip dari catatan saya ketika mengikuti seminar yang diselenggarakan oleh CED bbrp waktu lalu.

“Bila kita berbicara tentang faktor penentu kesejateraan dunia saat ini, setidaknya ada 3 hal, yaitu: advance technology, peningkatan kualitas SDM, dan entrepreneurship” (Endung)

Entrepreneurship hanyalah salah satu tiang dari sebuah bangunan kesejahteraan dunia. masing ada tiang2 lainnya yang perlu didirikan agar menjadi bangunan kesejahteraan dunia yang utuh. Bagi saya pribadi, sungguh beruntung jika saya menjadi semua tiang penyangga bangunan tersebut, yaitu sebagai entrpreneur yang mempunyai keunggulan teknologi yang mampu meningkatkan kualitas SDM. :)

Bagaimana dengan anda?

Referensi:
1. http://www.ketok.com/forum/viewtopic.php?t=57
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Bill_Gates
3. Pirates of Silicon Valley , sebuah film yang telah didramatis, tentang perusahaan Apple and Microsoft.
4. AntiTrust , sebuah film tentang seorang penulis software komputer yang bekerja dalam sebuah perusahaan. Tim Robbins ialah Gary Winston, ketua perusahaan tersebut, dan ada yang percaya bahawa karakternya meniru Bill Gates.
5. adam-khoo.com
6. http://www.readybb.com/siemensxp/viewtopic.php?p=45909


Actions

Information

Leave a comment