”Barangsiapa mampu menguasai informasi, maka dia menguasai dunia”. Kalimat tersebut mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita, terlepas apakah hal itu benar atau salah. Bagaimana bisa dunia yang begitu luas ini dapat dikuasai oleh penguasa informasi? Jelas tidak masuk akal.
Sekarang ini banyak kita jumpai berbagai media di sekitar kita, mulai dari media cetak hingga media elektronik. Untuk media cetak terdapat koran, majalah, dan tabloid. Jenisnya pun bermacam-macam. Sedangkan untuk media elektronik diantaranyanya adalah radio, televisi, dan internet.
Saat ini sudah banyak koran yang beredar di Indonesia, baik koran lokal maupun koran nasional. Begitu juga dengan televisi. Mungkin waktu kita masih kecil dulu baru ada sedikti sekali stasium televisi, tapi sekarang jumlahnya sudah berlipat ganda. Belum lagi banyaknya situs-situs di internet yang menyediakan berita yang selalu up to date yang tidak pernah kita jumpai beberapa tahun yang lalu. Sehingga di era ini kita tidak ketinggalan informasi terbaru.
Rasanya kita sangat dimanjakan sekali oleh media. Berita yang disajikan juga tidak berita lokal melulu, tapi sudah merambah dunia internasional. Sehingga meski kita tidak datang langsung ke tempat diselenggarakannya piala dunia, kita bisa mengetahui skor akhir dari tiap pertandingan. Malahan, dengan media elektronik seperti televisi, kita bisa menonton pertandingan tanpa harus datang ke stadion. Sungguh sesuatu yang luar biasa yang tidak dijumpai di zaman batu.
Televisi sebagai salah satu medai elektronik boleh dibilang merupakan media yang sangat diminati oleh masyarakat. Informasi-informasi yang disampaikan pun terasa menarik, belum lagi acara-acara hiburan yang sangat menarik dan sering membuat kita lupa dengan yang lainnya. Televisi inilah yang juga turut serta mempopulerkan negara-negara barat dan eropa di Indonesia, mulai dari budaya, teknologi, pendidikan, hingga masalah sosial dan politik. Sehingga dewasa ini banyak kita jumpai masyarakat pribumi bergaya seperti orang barat, mulai dari pakaian, gaya bicara, hingga kebiasaan. Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah apakah kita sadar kita telah dikendalikan oleh media (televisi) ?
Jelas, tiada jawaban lain selain ya. Media telah mengendalikan kita untuk mengikuti apa-apa yang mereka sampaikan. Kita sebagai makhluk yang ”menguasai” dunia telah dikendalikan oleh media. Dengan kata lain media-media itu saat ini telah menguasai dunia. Media sebagai alat penyampai informasi telah menguasai manusia. Jadi apakah benar jika seseorang ataupun kelompk yang menguasai dunia berarti dia mengusai dunia?
Jawabannya adalah ya. Siapakah saat ini yang menguasai media? Dialah Amerika dan kawan-kawannya (negara barat). Dia yang menguasai media-media seperti VOA, BBC, CNN, dan lain sebagainya. Media-media itulah yang sekarang ini gencar menyampiakan informasi kepada dunia. Tapi tentu saja informasi yang benar menurut mereka, bukan benar menurut fakta. Terbukti berulang kali berita yang ditayangkan di media tersebut salah, tapi tidak ditanggapi secara serius. Mereka justru membuat pembenaran-pembenaran sehingag seolah-olah apa yang salah tadi menjadi benar.
Banyak diantara kita yang mudah terprovokasi oleh media, tanpa terlebih dahulu mengecek kebenarannya. Awalnya media merupakan alat penyampai informasi yang benar. Namun seiring berjalannya waktu, media mulai berubah fungsi, bukan sebagai institusi yang obyektif, namun lebih cenderung subyektif. Kebenaran adalah subyektifitas dari masing-masing media. Media saat ini lebih mengarah sebagai alat propaganda atas suatu kepentingan dari pemiliknya. Memang tak bisa disalahkan jika media berlaku subyektif, karena memang media tersebut mempunyai kepentingan yang berbeda-beda dan karena pemiliknya juga berbeda pula. Yang bisa kita lakukan saat ini adalah berhati-hati, jangan sampai kita terjerumus ke dalam ”lubang” mereka.
Recent Comments